KABUPATEN BOGOR – Babinsa Desa Bojong Kulur Koramil 0621-05/Gunung Putri, Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Peltu Dedi Mulyadi, menghadiri Musyawarah Desa (Musdes) Pembangunan Semester II Tahun 2026 di Kantor Desa Bojong Kulur, Dusun 4, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri aparatur Pemerintah Desa Bojong Kulur, unsur kelembagaan desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Musyawarah dilaksanakan untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan prioritas program pembangunan dan penganggaran Semester II Tahun 2026.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan masyarakat dihimpun dan dibahas secara bersama. Setiap masukan diharapkan dapat menjadi dasar penetapan program yang sesuai dengan kebutuhan warga, mendorong pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bojong Kulur.
Peltu Dedi mengatakan musyawarah desa merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah desa.
“Musyawarah desa merupakan sarana yang sangat penting untuk menampung aspirasi masyarakat. Kami berharap seluruh usulan yang disampaikan dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga serta memberikan manfaat bagi kemajuan Desa Bojong Kulur, ” ujar Peltu Dedi.
Menurutnya, kehadiran Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan TNI AD terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa yang partisipatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Danramil 0621-05/Gunung Putri, Kapten Inf Taufik Rahman, menegaskan bahwa jajarannya akan terus mendukung proses pembangunan di wilayah melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa.
“Koramil akan terus mendukung setiap proses pembangunan di wilayah melalui pendampingan Babinsa agar seluruh tahapan perencanaan berjalan dengan baik, transparan, dan menghasilkan pembangunan yang tepat sasaran, ” katanya.
Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Rizal Dwijayanto, S.E., M.I.P., menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kewilayahan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan TNI dan masyarakat.
“Kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan kewilayahan merupakan implementasi nyata pembinaan teritorial untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung percepatan pembangunan daerah, ” ungkapnya.
Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menilai pelibatan masyarakat sangat diperlukan agar perencanaan pembangunan mampu menjawab kebutuhan wilayah.
“Perencanaan pembangunan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat akan menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah, ” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan komitmen aparat kewilayahan dalam mendukung pembangunan yang dimulai dari tingkat desa.
“TNI AD melalui aparat kewilayahan akan terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional yang dimulai dari desa demi terwujudnya kesejahteraan rakyat, ” tegasnya.
Musyawarah desa berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Hasil pembahasan diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan program pembangunan yang efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bojong Kulur. (PERS)

Updates.